Ada Isu Ibadah Haji Batal karena Kontroversi Sinovac, Ini Kata Pemerintah

Ilustrasi Vaksin Sinovac (Image Credit : Bloombergquint.com/Nicolas Bock/Bloomberg)
Ilustrasi Vaksin Sinovac (Image Credit : Bloombergquint.com/Nicolas Bock/Bloomberg)

BALUARTI.COM - Baru-baru ini ada isu kalau ibadah haji batal karena kontroversi indonesia yang memakai vaksin Sinovac, pemerintah pun mencoba menglarifikasi masalah itu.

Pihak pemerintah melalui Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agam, Khoiri H. Dasir memastikan kalau pembatalan ibadah haji bukan karena vaksin Sinovac untuk covid-19. Tapi karena ada hal lain.

“Tidak ada karena vaksin. Pembatalan haji itu semata-mata untuk melindungi warga negara, menyelamatkan jemaah, itu saja,” kata Khoirizi mengutip Liputan6.

Di satu sisi memang Arab Saudi belum memasukan vaksin Sinovac sebagai daftar vaksin yang diakui untuk calon jemaah haji. Arab Saudi hanya mengakui vaksin yang mendapat EUL dari WHO.

Hanya ada 4 vaksin yang dapat kategori itu yaitu AstraZeneca, Pfizer, Johnson and Johnson dan Moderna. Sedangkan Sinovac tak masuk daftar itu.

Jadi sebenarnya bukan karena vaksin Sinovac yang mematalkan keberangkatan ibadah haji. Melainkan, hanya untuk melindungi jemaah agar tak terpapar virus corona.

Soalnya di luar negeri, virus corona sedang merajalela sehingga membuat Arab Saudi belum bisa kasih kuota untuk Indonesia. Pihak pemerintah pun masih berusaha terus untuk melobi agar bisa tetap beribadah haji.

TAG

Covid-19VaksinSinovac