Mahfud MD Diminta Setop Moeldoko Kudeta Demokrat, Arief: Bisa Tumpah Darah

Mahfud Pimpin Rapat TGPF (Image Credit : dok. Kemko Polhukam)
Mahfud Pimpin Rapat TGPF (Image Credit : dok. Kemko Polhukam)

BALUARTI.COM - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, untuk menertibkan koleganya, Moeldoko. Ini lantaran Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu diduga tetap melakukan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat, atau mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY). 

"Pak Prof @mohmahfudmd ysh, meski ada keterlibatan KSP Moeldoko dlm kudeta  Demokrat besok, saya harap Pak Prof larang perbuatan melanggar hukum Pak Moeldoko," kata Andi Arief dalam akun Twitter pribadinya @Andiarief__, Kamis (4/3).

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat ini mengatakan, apa yang dilakukan Moeldoko melanggar UUD, UU kepartaian, dan AD ART partai. Dampaknya juga bisa sangat serius, karena tak hanya menggangu roda kepartaian.

"Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak Prof @mohmahfudmd sama-sama mengetahui bisa berdampak tmbulkan korban dan pertumpahan darah. Sudah banyak kajian disertasi soal ini. Upaya ugal2an Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya," demikian cuit Andi.

Dia juga meyakinkan, upaya kudeta Moeldoko dilakukan dengan menggelar pertemuan yang diduga akan berlangsung di salah satu hotel di Sumatera Utara.

"Ini bukan desas desus Pak Moeldoko dan sebagian kader akan melakukan kudeta. Temuan tim kami terjadi di Hotel The Hill di Sibolangit Kab Deli Serdang," tulis Andi. 

TAG

Partai DemokratMoeldokoMahfud MDAndi Arief