AMD Perkenalkan RADV, Tawarkan Fitur Ray Tracing Untuk GPU Lawas

Logo AMD (Image Credit : AMD)
Logo AMD (Image Credit : AMD)

BALUARTI.COM - Selain kecepatan perkembangan teknologi smartphone yang terus meningkat, kini inovasi pada bidang teknologi khususnya untuk perangkat komputer pun sepertinya juga tidak ingin kalah. Seakan-akan menjawab tantangan dari NVIDIA, AMD kini telah menghadirkan Radeon Vulkan Drivers (RADV) yang memungkinkan fitur Ray-Tracing bisa digunakan pada GPU lawasnya.

Pustaka grafis open-source, MESA telah menambahkan dukungan fitur ray tracing pada GPU AMD Radeon lawas dengan menggunakan driver RADV terbaru. GPU seperti RDNA 1, VEGA, dan Polaris telah dikonfirmasi akan dapat menjalankan game berbasis fitur ray tracing tersebut.


AMD RADV (Image Credit : gamebrott.com)

Sebenarnya, permintaan dukungan ray tracing kepada AMD ini pertama kali diminta oleh Joshua Ashton pada situs FreeDesktop. Pada bulan Juni 2021 lalu, Joshua sempat mengumumkan rencananya untuk melakukan port Vulkan ray tracing ke GPU lawas AMD. Hal yang semula hanya sebuah rencana, kini akhirnya dapat terealisasikan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, GPU lawas seperti RDNA 1, VEGA, dan Polaris tidak tertanam fitur ray tracing pada GPU tersebut. Dengan mengusung pendekatan yang berbeda, dibandingkan dengan RDNA 2, GPU lawas AMD ini memanfaatkan instruksi persimpangan Build Volume Hierarchies (BVH) melalui metode software.

Kendati demikian, saat ini pengguna GPU AMD tidak boleh terlalu berharap bahwa asemua GPU lawas dari AMD terkan sebut dapat menjalankan RADV tanpa masalah apapun. Hal ini telah ditekankan oleh Joshua bahwa bahwa meski sudah lulus Conformance Test Suite (CTS), tetapi itu tidak menjamin fitur ray-tracing tersebut akan berjalan tanpa adanya masalah.

Beberapa pengguna dari situs FreeDesktop bahkan mengatakan bahwa mereka mengalami kendala saat menjalankan game Quake 2 pada pengaturan RTX pada GPU AMD Navi 10. Namun, setelah ia membuat beberapa perubahan pada compiler, fitur ray tracing tersebut dapat berfungsi dan dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi tentu saja memiliki performa yang lebih rendah dibandingkan dengan GPU yang sudah tertanam Ray Tracing.

Dari hasil yang didapatkan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode software tidak akan pernah bisa menyaingi integrasi melalui hardware, setidaknya untuk saat ini. Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, NVIDIA menawarkan RT, kemudian AMD menawarkan RA, dan Intel menawarkan integrasi ray tracing khususnya.

TAG

AMDNvidia RTX