Irlandia Terpaksa Matikan Sistem IT Layanan Kesehatan Akibat Ulah Hacker

Ilustrasi hacker (Image Credit : unsplash.com)
Ilustrasi hacker (Image Credit : unsplash.com)

BALUARTI.COM - Pemerintah Irlandia mematikan seluruh sistem jaringan teknologi informasi mereka untuk layanan kesehatan sejak tanggal 14 Mei 2021. Langkah itu dilakukan akibat serangan ransomware yang dilakukan oleh hacker dan menyebabkan terganggunya sistem tes Covid-19 dan layanan pasien lain.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari Pemerintah Irlandia, kelompok kejahatan siber internasional bertanggung jawab untuk serangan itu.

“Ini bukan ulah agen spionase, tetapi geng kriminal siber yang sedang mengejar uang," kata Menteri Negara Pengadaan Barang/Jasa Publik dan Pemerintahan Elektronik Irlandia, Ossian Smyth.

Pemerintah Irlandia mendapat pesan agar mereka membayar uang tebusan dalam bentuk mata uang kripto bitcoin. Menanggapi hal itu, perdana menteri Micheál Martin menegaskan bahwa Irlandia tidak akan membayar uang tebusan yang diminta oleh pelaku.

Serangan yang dialami Irlandia mengakibatkan terpengaruhnya data pada server pusat sistem kesehatan nasional. Meskipun begitu, saat ini masih belum ada laporan yang menyebutkan kebocoran data pasien.

Layanan Kesehatan Irlandia mengumumkan pemadaman jaringan sistem IT mereka pada Kamis, 14 Mei 2021 lewat akun Twitter resminya, langkah itu dilakukan sebagai antisipasi dan untuk melindungi jaringan itu dari serangan hacker.

Menteri Kesehatan Stephen Donnelly mengatakan layanan darurat mereka tetap beroperasi normal dan program vaksinasi Covid-19 yang tetap berjalan.

Serangan ini juga serupa dengan yang terjadi di Colonial Pipeline seminggu sebelumnya.

Tentunya serangan ini menyebabkan salah satu jaringan pipa bahan bakar terbesar di Amerika Serikat lumpuh (offline).

Dan perusahaan membayar tebusan hampir $5 juta atau setara dengan Rp 71 miliar kepada kelompok hacker demi bisa memulihkan sistemnya kembali online.

TAG

HackerRansomware