Raih Prestasi, ITS Juara 2 Kompetisi Teknologi Internasional Chem-E-Car 202

Prototipe mobil Spektronics ITS (Image Credit : ITS News)
Prototipe mobil Spektronics ITS (Image Credit : ITS News)

BALUARTI.COM - Mahasiswa ITS membuktikan bahwa masa pandemi tidak menghalangi mereka untuk tetap berprestasi, Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru ini kembali mencatat prestasi bertaraf internasional.

Dengan begitu, ITS menambah daftar prestasi mahasiswa Indonesia dan membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing pada kompetiasi global. Kali ini, Tim Spektronics ITS berhasil menduduki podium kejuaraan pada posisi ke-2 di ajang Chem-E-Car internasional yang diselenggarakan oleh kjVI VDI Germany yang dilakukan secara daring.


Spektronics ITS (Image Credit : its.ac.id)

Verein Deutscher Ingenieure (VDI) sendiri adalah asosiasi insinyur di Jerman yang telah menyelenggarakan beragam perlombaan Chem-E-Car selama 16 tahun lamanya. Merangkum laman ITS, dalam kompetisi VDI Chem-E-Car tersebut, materi yang dilombakan adalah purwarupa mobil yang menggunakan reaksi kimia untuk dapat mencapai jarak yang telah ditentukan.

Adapun mobil yang dirancang oleh tim Spektronics ITS adalah prototipe mobil yang digerakkan dengan menggunakan tekanan yang dihasilkan oleh gas.

Penilaian dalam kompetisi ini bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana mobil tersebut bisa mencapai akurasi yang tepat dalam mencapai target.

“Di sinilah keunggulan kami dibandingkan dengan tim lain, yang di mana kami mampu mendapatkan jarak error paling kecil yaitu hanya sekitar 0,06 centimeter kurangnya dari jarak yang telah ditentukan,”kata Delvin Theodorus Hansell, salah satu tim teknis Spektronics ITS.

Selain Delvin, keenam rekannya dalam tim teknis Spektronics ITS yakni diantaranya , Lulu Sekar Taji, Rahardian Mahendra Daniswara, Michael Adrian Subagio selaku ketua timNaning Retno Astuti, serta Ulfiyah Afnian Sari, mereka memakan waktu sekitar tiga bulan untuk persiapan lomba tersbeut.

Dalam rancangannya,  mobil yang berhasil menduduki posisi juara 2 ini ini dibuat oleh Tim Spektronics dengan mengusung tiga fitur unik, yakni diantaranya Single Action Mechanism through Electrical Circuit, Solenoid, dan Check Valve.

Dalam hal tersebut, tim ini menambahkan  otomatisasi yang lebih tinggi menggunakan circuit electrical untuk membantu reaksi agar dapat tertahan, sehingga tekanan dan suhu yang dihasilkan bisa lebih tinggi.

“Mobil ini digerakkan dengan menggunakan single action mechanism, atau dengan hanya menekan satu tombol untuk berjalan, sehingga sangat mudah digunakan dan efisien,” jelas Delvin.

Sementara itu, untuk menangani perbedaan bahasanya, Delvin mengatakan persiapan Tim Spektronics sangat baik dengan latihan yang masif sering, sehingga hal tersebut membuat mereka bisa menyamakan level bahasa Inggris yang diinginkan oleh orang Jerman.

Dengan usahanya tersebut, Tim Spektronics juga diakui dari segi presentasi yang menarik, singkat, padat dan juga jelas, sehingga hal tersebut mendapatkan feedback yang luar biasa dan membuat para juri dapat memahami apa yang disampaikan oleh tim tersebut.

“Pun demikian dari segi safety (keselamatan), kami memanfaatkan secara efektif material yang cukup mahal dengan tujuan untuk tetap menjamin keselamatan dari apa yang kita gunakan,” papar Delvin.

Untuk dapat mencapai posisi tersbut, ia mengatakan tentunya hal tersebut tidak lepas dari dukungan para dosen pembimbing. Seperti Prof Renanto sebagai advisor misalnya, ia memberikan motivasi dan saran ketika Tim Spektronics memaparkan progress persiapan untuk kompetisi tersebut.

Selain itu, juga ada Prof Hamzah Fansuri yang berperan sebagai safety inspector, yang juga mengawasi perlombaan secara langsung untuk memastikan bahwa aspek safety yang tertanam dalam mobil tersebut dapat tercapai.

TAG

Teknik InformatikaITS