Rekor Baru Matahari Buatan China Yang Mampu Menyala Selama 101 Detik

Matahari Buatan China (Image Credit : youtube)
Matahari Buatan China (Image Credit : youtube)

BALUARTI.COM - China dilaporkan berhasil membuat rekor baru untuk proyek Matahari Buatan yakni dapat bertahan selama 101 detik, ini dinamakan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST).

Rekor baru ini berhasil dipecahkan oleh para ilmuwan karena berhasil menahan plasma 120 juta derajat Celcius selama 101 detik dalam percobaan terbaru mereka.

EAST merupakan penelitian fusi nuklir yang meniru proses yang digunakan Matahari untuk menghasilkan energi dalam jumlah besar, di mana panas dan tekanan intens menyatu untuk menghasilkan plasma inti atom berfusi dengan kecepatan yang luar biasa.

Para ilmuwan China bekerja dengan berbagai perangkat eksperimental untuk memicu dan mempelajari reaksi tersebut di Bumi.

Tokamak memiliki serangkaian kumparan magnet yang dirancang untuk menahan aliran superheated plasma hidrogen yang cukup lama agar reaksi terjadi. Tahun 2016 lalu, para ilmuwan di EAST berhasil memanaskan plasma hidrogen hingga 50 juta derajat Celsius dan berhasil mempertahankannya selama 101 detik.

Pada percobaan selanjutnya, peneliti kemudian menaikkan suhu menjadi 100 juta derajat Celsius, atau enam kali lebih panas dari inti Matahari asli, percobaan ini dilakukan pada tahun 2018 dan berhasil bertahan selama 10 detik.

EAST menggunakan deuterium yang berlimpah di laut untuk menyediakan aliran energi yang bersih dan stabil. Melalui reaksi fusi, deuterium dalam satu liter air laut dilaporkan dapat menghasilkan jumlah energi yang setara dengan 300 liter bensin.

Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam, yang terbatas dan dinilai akan mengancam lingkungan, bahan mentah yang dibutuhkan untuk 'Matahari buatan' ini hampir tidak terbatas di bumi.

Oleh karena itu, energi fusi ini dianggap sebagai 'energi akhir' yang ideal untuk potensi dalam membantu China mewujudkan netralitas karbon. Energi fusi merupakan salah satu batas terbesar fisika saat ini, tidak hanya membutuhkan kemampuan penelitian ilmiah terbaik tetapi juga membutuhkan instrumen eksperimental yang masif.

TAG

Matahari Buatan China