Salah Satu Bos Google Dilengserkan Karena Kritik Yahudi

Google Office (Image Credit : Reteurs)
Google Office (Image Credit : Reteurs)

BALUARTI.COM - Google memutuskan untuk melengserkan salah satu bos di perusahaannya yang bernama Kamau Bob yang saat itu menjabat sebagai Global Lead for Diversity Strategy and Research Google. Ia dilengserkan terkait tulisannya di blog pribadi miliknya yang telah diposting beberapa tahun silam terkait kritikannya terhadap Yahudi, dan menyebut anti bangsa Yahudi.

"Kamau Bob tidak akan lagi menjadi bagian dari tim diversitas kami, ia akan fokus pada pekerjaan lain," kata  Google. Dengan demikian, Bob tidak dipecat dari perusahaan melainkan hanya dilengserkan dari jabatannya.

Keputusan itu dilakukan perusahaan setelah Google menemukan postingan blog milik Bob di tahun 2007 yang saat ini sudah dihapus. Blog itu berjudul "If I Were a Jew".

Yang membuat ia dilengserkan oleh Google dari jabatannya yaitu karena  ia mendeskripsikan bagaimana menurutnya kaum Yahudi harus bersikap terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia mengkritik tindakan Israel saat itu terhadap Lebanon dan Gaza.

Dalam postingannya ia mengatakan: "Jika saya orang Yahudi, saya akan cemas tentang selera saya yang tak pernah terpuaskan untuk perang dan membunuh untuk mempertahankan diri saya, mempertahankan diri tanpa keraguan adalah insting, namun saya akan cemas terhadap rasa tidak sensitif yang makin meningkat terhadap penderitaan pihak lain," tulis Bob di postingan tersebut.

Bob mengkritik pemerintah Israel, kemudian ia juga menyinggung peristiwa Holocaust, yang di mana menurutnya  lewat penderitaan semacam itu bangsa Yahudi seharusnya lebih punya empati sebagai manusia. Ia mengkritik serangan Israel ke Lebanon dan Gaza  yang membuat warganya menderita.

Setelah dilengserkan, Bob pun meminta maaf atas tulisan di blognya tersebut, ia mengatakan: "Pertama-tama saya minta maaf. Apa yang saya tulis mengkarakterisasi seluruh komunitas Yahudi padahal tujuannya kritik tersebut adalah untuk aksi militer tertentu. Saya pikir kita semua bisa setuju jika tidak ada solusi mudah bagi situasi ini," kata Bob

TAG

GoogleGoogle MeetPalestina