Teknologi Metaverse Facebook Dikritik Mantan CEO Google

Logo Meta (Image Credit : Facebook)
Logo Meta (Image Credit : Facebook)

BALUARTI.COM - Mantan CEO Google, Eric Schmidt menjadi tokoh teknologi yang kesekian mengkritik konsep metaverse yang dikembangkan oleh Facebook atau saat ini Bernama Meta. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya akan masa depan kecerdasan buatan.

Dalam wawancaranya dengan New York Times, Schmidt mengatakan bahwa ia tidak memungkiri bahwa teknologi metaverse akan ada di mana-mana. Tetapi, ia memperingatkan bahwa teknologi ini belum tentu akan menjadi hal terbaik untuk masyarakat.

"Semua orang yang berbicara tentang metaverse, tentang dunia yang lebih memuaskan dari dunia saat ini, kalian bisa lebih kaya, lebih tampan, lebih cantik, lebih bertenaga, lebih cepat," kata Schmidt kepada New York Times

"Jadi, dalam beberapa tahun (kedepan), orang-orang akan menghabiskan waktumereka dengan goggles-nya di metaverse. Dan siapa yang akan membuat aturannya? Dunia akan beralih jadi lebih digital ketimbang fisik. Dan hal itu belum tentu akan jadi hal yang baik bagikehidupan manusia," lanjutnya.


Ilustrasi Perusahaan Meta (Image Credit : Metaverse)

Komentar Schmidt ini dilontarkan tidak lama setelah Facebook mengumumkan pergantian namanya yang saat ini dikenal sebagai Meta. Nama baru tersebut dipilih untuk menekankan fokus kepada perusahaan untuk mengembangkan metaverse dan menjauh dari citra sebagai perusahaan media sosial.

Metaverse sendiri merupakan tempat virtual dimana orang-orang akan bisa berinteraksi secara digital menggunakan avatar di dalamnya. CEO Meta, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa metaverse akan menjadi masa depan internet dan perusahaannya.

Schmidt juga mengatakan ia memandang kecerdasan buatan (AI) yang digunakan Meta untuk menjalankan algoritma pada semua platform-nya sebagai 'tuhan palsu' yang bisa menciptakan hubungan yang tidak sehat bagi manusia.

"Seperti apa wujud sahabat A.I, terutama untuk seorang anak? Seperti apa perang yang didukung A.I? Apakah AI memahami aspek realitas yang tidakkita rasakan? Mungkinkah A.I melihat hal-hal yang tidak dapat dipahami manusia?" kata Schmidt.

TAG

FacebookGoogleMetaverse